Sabtu, 23 November 2013

PENGERTIAN, OBJEK DAN MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
     Pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan adalah sarana strategis pembangunan nasional melalui usaha dan proses peningkatan sumber daya manusia, agar diperoleh manusia yanq berkualitas tinqgi sehingga mampu berperan aktif sebagai subjek pembangunan.
     Sejarah Pendidikan Islam sama saja dengan masuknya agama Islam ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena penduduk Indonesia pada saat itu yang baru saja memeluk agama Islam ingin mempelajari dan mengetahui lebih dalam tentang ajaran-ajaran Islam.
B.     BATASAN MASALAH
Dalam pembahasan makalah ini yang menjadi batasan masalah yaitu;
1.    Pengertian sejarah pendidikan islam.
2.    Objek dan metode sejarah pendidikan islam.
3.    Manfaat mempelajari sejarah pendidikan islam.
C.   RUMUSAN MASALAH
Dalam pembahasan makalah ini yang menjadi rumusan masalah yaitu;
1.    Apa pengertian sejarah pendidikan islam?
2.    Bagaimana objek dan metode sejarah pendidikan islam?
3.    Apa manfaat mempelajari sejarah pendidikan islam?
D.   TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini di harapkan mampu member pelajaran kepada anak didik maupun kepada semua pembaca, agar sekiranya dapat memahami tentang sejarah pendidikan islam, baik sebelum islam yang di bawa Nabi Muhammad SAW. Hingga kepada masa sekarang.
E.   MANFAAT PENULISAN
Manfaat yang dapat di ambil dari penulisan makalah ini tentu tidak jauh berbeda dengan tujuan penulisan makalah ini, dan lebih detailnya bias member manfaat yang bias menjadi tolak ukur bagi kita semua bagaimana sejarah pendidikan islam zaman dahulu dan dengan masa sekarang.
F.    METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam pembuatan makalah ini penulis memperoleh data-data tersebut dari berbagai sumber yang ada di Internet baik itu dari Websitte, Google dan Blogger dengan cara Browsing dan mendownload data yang penulis butuhkan.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN, OBJEK DAN MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
A.   PENGERTIAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
1.    Pengertian Sejarah
            Dalam pembahasan tentang pengertian sejarah pendidikan Islam terdapat dua konsep yaitu sejarah dan pendidikan Islam. Kata sejarah dalam bahasa Arab di sebut Tarikh yang menurut bahasa berarti ketentuan masa atau pengetahuan tentang waktu, atau juga waktu terjadinya sesuatu. Sedang menurut istilah berarti keterangan yang telah terjadi pada masa yang telah lampau atau pada masa yang masih ada.
            Sedangkan menurut Suryanegara, secara terminology sejarah adalah istilah yang diangkat dari bahasa Arab “syajarotun’’ yang berarti pohon. Kata syajarotun memberikan gambaran pendekatan ilmu sejarah yang lebih analogis karena memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia “pohon”,yang tumbuh dari pohon kecil menjadi pohon yang rindang dan berkesinambungan.
            Pengertian selanjutnya memberikan makna sejarah sebagai catatan yang berhubungan dengan kejadian-kejadian masa silam yang diabadikan dalam laporan-laporan tertulis dan dalam ruang lingkup yang luas. Kemudian sebagai cabang ilmu pengetahuan sejarah mengungkap peristiwa-peristiwa masa silam baik peristiwa sosial, politik, ekonomi maupun agama dan budaya dari suatu bangsa, negara ataupun dunia.
            Menurut Sayid Quthub, sejarah bukanlah peristiwa-peristiwa melainkan tafsiran peristiwa-peristiwa itu dan pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata, yang menjalin seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat.
2.    Pengertian Pendidikan Islam
            Pendidikan secara umum didefinisikan menjadi dua macam pertama pendidikan sebagai proses pewarisan penerusan atau enkulturasi dan sosialisasi perilaku sosial dan individual yang telah menjadi model anutan masyarakat secara baku. Dalam pengertian ini pendidikan berarti proses pembudayaan atau untuk menanamkan nilai tertentu kepada anak didik baik dalam keluarga sekolah maupun masyarakat. Kedua pendidikan sebagai upaya fasilitatif yang memungkinkan terciptanya situasi atau lingkungan dimana potensi-potensi dasar anak berkembang dengan tuntutan perkembangan zaman. Pendidikan juga diartikan sebagai latihan mental, moral dan fisik yang menghasilkan manusia berbudaya tinggi untuk melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab dalam masyarakat selaku hamba Allah SWT.
            Pendidikan Islam adalah lembaga pendidikan yang dikelola, dilaksanakan dan diperuntukkan bagi Umat Islam. Banyak pakar yang mendefinisikan pengertian pendidikan islam diantaranya :
1.    Menurut Drs. Ahmad D. Marimba, pendidikan Islam yaitu bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama islam menjadi terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam. Beliau mengatakan kepribadian muslim yaitu keputusan yang memiliki nilai-nilai agama islam, memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai islam.
2.    Menurut Drs. Barlian Somad, pendidikan Islam yaitu pola yang bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yang bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah SWT. Dan isi pendidikannya adalah mewujudkan tujuan itu, yaitu ajaran Allah secara terpuji. Pendidikan itu disebut pendidikan Islam dan mempunyai ciri:
a)    Tujuannya membentuk individu menjadi bercorak diri tertinggi menurut ukuran Al-Qur’an.
b)    Isi pendidikannya adalah ajaran Allah SWT. Yang tercantum dengan lengkap di dalam Al-Qur’an yang pelaksanaannya di dalam praktek hidup sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.
3.    Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung
Pendidikan islam adalah pendidikan yang memiliki 4 fungsi yaitu:
a.    Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam kehidupan masyarakat pada masa yang akan datang. Peranan ini berkaitan dengan kelanjutan hidup masyarakat itu sendiri.
b.    Memindahkan ilmu pengetahuan yang bersangkutan dengan peranan-peranan tersebut dari generasi tua kepada generasi muda.
c.    Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan untuk memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradapan. Dengan kata lain nilai-nilai keutuhan dan kesatuan suatu masyarakat tidak akan terpelihara yang akhirnya menyebabkan kehancuran bagi masyarakat itu sendiri. Nilai-nilai yang dipindahkan adalah nilai-nilai yang diambil dari nash (Al-Qur’an dan Hadist), Qiyas, Kemaslahatan umum, kesepakatan atau Ijma’ ulama dan ahli pikir islam yang sesuai dengan al-Qur’an dan Hadist.
d.    Mendidik anak agar beramal di dunia untuk memetik hasilnya diakhirat.
4.    Menurut Syeh M. An-Naquib At-Attas, Pendidikan islam merupakan usaha yang dilakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan sehingga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat didalam tatanan wujud dan keberadaan.
            Jadi pendidikan Islam adalah pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, karena nilai-nilai Islam telah menjiwai dan mewarnai kepribadian seseorang.
3.    Pengertian Sejarah Pendidikan Islam
Setelah kita mengetahui arti dari sejarah dan pendidikan Islam, maka sejarah pendidikan Islam dapat diartikan sebagai rekontruksi masa lalu pendidikan Islam, baik institusi maupun kegiatannya. Sedangkan Zuhairini dan Hasbullah mendefinisikan sejarah pendidikan Islam (Tarikhut Tarbiyah Islamiyah) itu sebagai:
1.    Keterangan mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu, sejak zaman lahirnya Islam sampai dengan masa sekarang.
2.    cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan operasionalisasi sejak zaman Rasulullah SAW. Sampai sekarang.
Menurut Hasbullah sejarah pendidikan Islam diartikan sebagai:
1.    catatan peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari sejak lahirnya hingga sekarang ini.
2.    cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik dari segi gagasan atau ide-idenya, konsep, lembaga maupun operasionalisasinya sejak zaman Nabi SAW hingga sekarang.[1]
B.   OBJEK DAN METODE SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
      Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian tentang peradaban bangsa. Objek Sejarah Pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam baik informal, formal, maupun non-formal. Sejalan dengan peranan Agama Islam sebagai dakwah menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran, menuju kehidupan yang sejahtera lahir dan bathin (material dan spiritual). Namun sebagai cabang ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam objek-objek sejarah pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimiliki pada objek sejarah pendidikan, dengan kata lain bersifat menjadi “sejarah sebagai subjek”.[2]
      Oleh sebab itu fungsi dari pendidikan Islam adalah sebagai obyek dan subyek. Untuk penggalian sejarah umumnya metode yang dipakai adalah :
1.    Metode lisan; Dengan metode ini pelacakan suatu objek sejarah dengan menggunakan interview.
2.    Metode Observasi; Dalam hal ini objek sejarah diamati secara langsung.
3.    Metode Documenter; Dimana dengan metode ini berusaha mempelajarinya secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.
Sedangkan dalam rangka penulisan Sejarah Pendidikan Islam metode yang biasa digunakan adalah:
1.    Metode Deskriptif
Dengan metode ini ditunjukan untuk menggambarkan adanya pendidikan islam tersebut, maksudnya ajaran islam sebagai agama samawi yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadits terutama yang berhubungan dengan pengertian pendidikan yang harus diuraikan sebagai mana adanya, dengan tujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam sejarah tersebut.
2.    Metode Komparatif
Metode ini berusaha membandingkan sebuah perkembangan pendidikan islam dengan lembaga-lembaga islam lainya. Dengan metode ini dimaksudkan bahwa ajaran-ajaran islam tersebut dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan berkembang dalam waktu serta tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu, sehingga demikian diketahui pula adanya garis-garis tertentu yang menghubungkan pendidikan islam dengan pendidikan yang dibandingkan.
3.    Metode Analisis Sintesis
Yaitu dengan melihat sosok pendidikan islam secara lebih kritis, ada analisis dan bahasan yang luas serta ada kesimpulan yang spesifik, dengan demikian akan tampak kelebihan dan kekhasan pendidikan islam. Hal itu akan lebih jelas dengan adanya pendekatan sintesis yang dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan yang diambil guna memperoleh suatu keutuhan dan kelengkapan kerangka pencapaian tujuan serta manfaat penulisan Sejarah Pendidikan Islam.[3]
C.   MANFAAT MEMPELAJARI SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM
Pada dasarnya, minimal ada dua manfaat dalam studi sejarah pendidikan Islam, yaitu :
1.    Yang Bersifat Umum
Sejarah pendidikan Islam mempunyai kegunaan sebagai faktor keteladanan. Kenyataan ini sejalan dengan apa yag tersurat dan tersirat pada firman Allah SWT. Dalam surat Al-Ahzab ayat 21. Yaitu :
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ötƒ ©!$# tPöquø9$#ur tÅzFy$# tx.sŒur ©!$# #ZŽÏVx. ÇËÊÈ  
21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah. (Q.S.Al-Ahzab : 21)
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran ayat 31. Yaitu:
ö@è% bÎ) óOçFZä. tbq7Åsè? ©!$# ÏRqãèÎ7¨?$$sù ãNä3ö7Î6ósムª!$# öÏÿøótƒur ö/ä3s9 ö/ä3t/qçRèŒ 3 ª!$#ur Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÊÈ  
31. Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 158. Yaitu:
ö@è% $ygƒr'¯»tƒ ÚZ$¨Z9$# ÎoTÎ) ãAqßu «!$# öNà6ös9Î) $·èŠÏHsd Ï%©!$# ¼çms9 ہù=ãB ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ( Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ¾ÇósムàMÏJãƒur ( (#qãYÏB$t«sù «!$$Î/ Ï&Î!qßuur ÄcÓÉ<¨Y9$# ÇcÍhGW{$# Ï%©!$# ÚÆÏB÷sム«!$$Î/ ¾ÏmÏG»yJÎ=Ÿ2ur çnqãèÎ7¨?$#ur öNà6¯=yès9 šcrßtGôgs? ÇÊÎÑÈ  
158. Katakanlah: "Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk".
2.    Yang Bersifat Khusus
Khusus disni maksudnya bersifat akademis, karena kegunaan sejarah pendidikan Islam selain memberikan perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan (teori dan praktek), juga untuk membuktikan prosfektif baru dalam rangka mencari relevansi pendidikan Islam terhadap segala bentuk perbendaharaan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Adapun manfaat lain dari sejarah pendidikan islma yaitu:
1.    Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang.
2.    Mengambil manfaat dari proses pendidikan Islam guna memecahkan problematika pendidikan Islam pada masa kini.
3.    Memiliki sikap positif terhadap perubahan-perubahan system pendidikan Islam.
      Selain itu pendidikan Islam akan mempunyai kegunaan dalam rangka pembangunan dan pengembangan pendidikan Islam dalam hal ini Sejarah Pendidikan Islam akan memberikan arah kemajuan yang pernah dialami dan dinamismenya sehingga pembangunan dan pengembangan itu tetap berada dalam kerangka pandangan yang utuh dan mendasar.[4]
      Sumber utama ajaran Islam adalah Al-Qur’an dan selanjutnya Al-Hadits yang mengandung banyak sekali nilai-nilai sejarah, yang langsung dan tidak langsung mengandung makna besar, pelajaran yang sangat tinggi dan pimpinan utama, khususnya bagi umat Islam. Maka tarikh dan ilmu mempunyai kegunaan dalam Islam menduduki arti penting dan mempunyai kegunaan dalam kajian Islam. Oleh sebab itu, kegunaan sejarah pendidikan Islam meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat umum dan yang bersifat khusus atau akademis.

BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
      Sejarah Pendidikan Islam (Tarihut Tarbiyah Islamiyah) adalah Catatan peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam sejak lahirnya hingga sekarang ini atau Satu cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep, lembaga maupun operasionalisasi sejak zaman Nabi Muhammad SAW hingga sekarang ini.
      Objek sejarah pendidikan islam mencakup semua fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan islam baik yang bersifat formal, informal maupun non-formal. Fungsi dari pendidikan Islam adalah sebagai obyek dan subyek. Untuk penggalian sejarah umumnya metode yang dipakai adalah :
1.    Metode lisan; Dengan metode ini pelacakan suatu objek sejarah dengan menggunakan interview.
2.    Metode Observasi; Dalam hal ini objek sejarah diamati secara langsung.
3.    Metode Documenter; Dimana dengan metode ini berusaha mempelajarinya secara cermat dan mendalam segala catatan atau dokumen tertulis.
Sedangkan dalam rangka penulisan Sejarah Pendidikan Islam metode yang biasa digunakan adalah:
1.    Metode Deskriptif
2.    Metode Komparatif
3.    Metode Analisis Sintesis
      Manfaat Sejarah Pendidikan Islam adalah sebagai faktor keteladanan, Mengetahui dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang, Mengambil manfaat dari proses pendidikan Islam guna memecahkan problematika pendidikan Islam pada masa kini, Memiliki sikap positif terhadap perubahan-perubahan system pendidikan Islam.
B.   PESAN KRITIK DAN SARAN
      Seorang guru yang baik harus memiliki sifat-sifat yang baik agar dapat ditiru oleh murid-muridnya karena murid cenderung meniru tingkah laku gurunya. Guru menanamkan sifat ikhlas kedalam jiwa murid-murid nya. Baik dan buruknya kepribadian anak didik tergantung dari gurunya sebagai seorang pendidik yang selalu menjadi tauladan atau panutan bagi anak didiknya.
      Sebagai salam penutup penulis juga memiliki banyak kekurangan dan kelemahan namun sebagai mana yang pernah kita dengarkan  bahwa “Sampaikanlah ayat Al-Qur’an meskipun satu Ayat” kalimat tersebut bisa menjadi pemicu untuk kita agar tidak berhenti sampai disini dalam belajar dan berkarya. Karena kesalahan itu biasa terjadi asalkan kita bisa memperbaikinya. Untuk menyampaikan kritik dan saran bias di kirim via http://blogspot


DAFTAR PUSTAKA
1.    Al-Junbulah, Ali dan Al-Tuwaanisis Futuh Abdul. Perbandingan Pendidikan Islam. Rineka Cipta Amir Faisal, Jusuf, Prof. Dr. Reorientasi Pendidikan Islam, Gema Insani Press. Jakarta. 1995
2.    Athiyah Al-Abrasyi, Muhammad. Prof. Dr. Beberapa Pemikiran Pendidikan Islam. Titian Ilahi Press, Yogyakarta. 1996.
5.    1.Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995. Halaman 7 -8.
6.    2 Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam (cet. V). Jakarta: Bumi Aksara. 1997. Halaman 2-3
7.    3 Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995. Halaman 10 -11
8.    4 Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995. Halaman 12 – 14
9.    Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995.
10. Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam (cet. V). Jakarta: Bumi Aksara. 1997.


[1] . Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995. Halaman 7 -8.
[2]. Zuhairini, dkk. Sejarah Pendidikan Islam (cet. V). Jakarta: Bumi Aksara. 1997. Halaman 2-3
[3] Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995. Halaman 10 -11
[4] Hasbullah. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia; lintasan sejarah pertumbuhan dan perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo persada. 1995. Halaman 12 – 14.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar