Jumat, 06 Desember 2013

Pysicology Pendidikan Judul Review : METODE PENANAMAN MORAL UNTUK ANAK USIA DINI



Nama                         : Eis Komala Ns
NIM/Jurusan              : 1112-01-----/ PAI-Tarbiyah
Semester/Kelas        : Tiga/ Reguler
Mata Kuliah                : Pysicology Pendidikan
Judul Review              : METODE PENANAMAN MORAL UNTUK ANAK USIA DINI

A.     Latar belakang
Anak merupakan investasi yang sangat penting bagi penyiapan sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Dan dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas tentunya pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk di berikan sejak usia dini. Usia dini merupakan masa keemasan (golden age) yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia.
Masa ini adalah masa yang kritis dalam perkembangan anak, khususnya dalam perkembangan moral anak. Karena sangat pentingnya, sehingga pada anak usia dini harus mendapatkan perhatian yang sangat serius dalam penanaman nilai moral. Sebab pendidikan nilai dan moral yang diterapkan sejak usia dini, diharapkan pada tahap selanjutnya anak akan mampu membedakan baik buruk, benar salah, sehingga ia dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena ini akan berpengaruh mudah tidaknya anak diterima oleh masyarakat sekitarnya dalam bersosialisasi.
Pendidikan nilai dan moral sejak usia dini merupakan tanggung jawab bersama semua pihak. Salah satunya lembaga pendidikan yang dapat melakukan hal itu adalah Taman Kanak-kanak (TK) dan PAUD dan itu merupakan salah satu lembaga yang bersifat formal.
B.     Pembahasan
Anak TK atau anak usia dini adalah anak yang sedang dalam tahap perkembangan pra-operasional konkrit, sedangkan nilai-nilai moral merupakan konsep yang abstrak. Nilai dan moral merupakan dua kata yang seringkali digunakan secara bersamaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadarmitnta (2007: 801) dinyatakan bahwa nilai adalah harga, hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Sedangkan pengertian moral menurut K. prent (Soenarjati, 1989: 25) berasal dari bahasa latin mores, dari suku kata mos yang artinya adat istiadat, kelakuan, watak, tabiat, akhlak. Dari pengertian tersebut moral berarti berkenaan dengan kesusilaan dalam tingkah laku.
Pendidikan untuk anak usia dini (0-8 tahun) merupakan pendidikan yang memiliki karakteristik berbeda dengan anak usia lain. Sehingga pendidikannya pun perlu dipandang sebagai sesuatu yang dikhususkan. Bahkan ada yang berpendapat usia dini merupakan usia emas (golden age) yang hanya terjadi sekali selama kehidupan seorang manusia. Mengingat pentingnya pendidikan untuk usia dini, maka di Negara-negara maju pendidikan usia dini sangat mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah, berbeda dengan di Indonesia yang belum tergarap dengan baik.
Taman kanak-kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun. Dalam Standar Kompetensi PAUD dinyatakan bahwa fungsi pendidikan TK dan RA adalah :  mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak, mengenalkan anak-anak pada dunia sekitar, menumbuhkan sikap dan perilaku baik, mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi, mengembangkan keterampilan, kreatifitas, dan kemampuan yang dimiliki anak, menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.
Pendidikan anak usia dini bertujuan membimbing dan mengembangkan potensi setiap anak agar dapat berkembang secara optimal sesuai tipe kecerdasannya. Oleh karena itu seorang anak perlu dibimbing agar mampu memahami berbagai hal tentang kehidupan dunia dan segala isinya.
Dalam pelaksanaan penanaman nilai moral pada anak usia dini banyak metode yang dapat digunakan oleh guru atau pendidik. Akan tetapi dalam membimbing dan mengembangkan potensi anak usia dini perlu metode yang tepat dan haruslah bervareasi, dan tentunya penggunaan salah satu metode penanaman nilai moral yang di pilih tentunya disesuaikan dengan kondisi sekolah dan kemampuan seorang guru dalam menerapkannya. Diantara metode-metode yang biasa di gunakan yaitu:
1.      Metode bercerita
2.      Metode bernyanyi
3.      Metode bersajak atau syair
4.      Metode karya wisata
5.      Metode Pembiasaan dalam berprilaku
6.      Metode bermain
7.      Metode outbond
8.      Metode bermain peran
9.      Metode diskusi
10.  Metode teladan
Dari hasil penelitian dan pembahasan di lima TK yang menjadi subjek penelitian menyatakan bahwa menurutnya metode bercerita adalah yang paling efektif dan metode yang paling sering digunakan adalah metode bercerita dan pembiasaan perilaku, dan metode tersebut banyak membawa pengaruh positif terhadap perkembangan moral anak. Dan dalam menanamkan nilai moral kepada sisawanya tentunya tidak berjalan secara mulus dan banyak kendala yang harus dihadapi oleh guru-guru TK di lapangan ketika akan menerapkan metode penanaman nilai moral pada anak usia dini. Diantaranya yaitu:
a.    Faktor internal (kendala yang datang dari guru itu sendiri).
b.    Faktor eksternal (yang termasuk faktor eksternal seperti; sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah, kurangnya komunikasi orang tua dengan anak, dan faktor lingkungan sekitar).
c.    Kurangnya konsistensi sikap orang tua dengan apa yang di ajarkan di sekolah.
Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut para guru telah melakukan berbagai upaya. Mereka tidak segan-segan untuk senantiasa belajar dan saling keterbukaan diantara para guru dan mereka saling mengoreksi kekurangan masing-masing, dan menjadikan kekurangan atau kelemahan yang dimiliki dapat diminimalisir.
Selain itu upaya untuk mengatasi kurangnya konsistensi orang tua terhadap apa yang di ajarkan dan diterapkan di sekolah, maka dengan diadakannya pertemuan rutin dengan orang tua wali dalam kurun waktu tertentu secara kontinyu.
C.    Kesimpulan
Pendidikan untuk usia dini perlu mendapatkan perhatian khusus, dan cara penerapannya puntentu sangat berbeda dengan pendidikan kepada anak remaja atau dewasa. Khususnya dalam penerapan dan penanaman nilai moral. Dan berdasarkan hasil penelitian di lima TK di wilayah Yogyakarta menunjukkan bahwa metode penanaman nilai moral yang digunakan yaitu; bercerita, bermain, karyawisata, outbond, pembiasaan, teladan, syair dan diskusi.
Adapun kendala yang dihadapi oleh guru-guru TK di lapangan sangatlah beragam diantaranya yaitu faktor internal (kendala dari guru-guru tersebut), faktor eksternal (sarana dan prasarana, lingkungan, kurangnya komunikasi anak dan orang tua), dan kurangnya konsistensi orang tua dengan apa yang di ajarkan di sekolah.
Dan upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan cara guru yang kurang mampu atau belum menguasai teknik bercerita mereka tidak segan-segan belajar kepada guru lainnya atau dengan belajar melalui berbagai sumber buku tentang cerita. sedangkan upaya untuk mengatasi kurangnya konsistensi orang tua terhadap apa yang di ajarkan dan diterapkan di sekolah, maka dengan diadakannya pertemuan rutin dengan orang tua wali dalam kurun waktu tertentu secara kontinyu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar