Sabtu, 23 November 2013

TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG (IPI)



KATA PENGNTAR
            Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Serta shalawat beserta salam semoga selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Rasulullah SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG”.. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah Ilmu Pendidikan Islam Semester Dua. Program Studi Pendidikan Agama Islam - STAI Miftahul Huda-Subang.
            Dalam menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh dukungan dan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.    Orang tua tercinta dan keluarga yang selalu mendukung, mendo’akan dan memberikan bantuan baik moril maupun materil.
2.    Bapak Taufik Firdaus. S.Sos. Selaku Dosen Ilmu Pendidikan Islam.
3.    Seluruh teman-teman yang telah banyak membantu penulis.

            Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran serta masukan yang sifatnya membangun guna memperbaiki pembuatan makalah dimasa mendatang. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Subang, 07 April 2012


Penulis


DAFTAR ISI
KATA  PENGANTAR  …...............................…………….….….…….………..………... i
DAFTAR ISI ……………….....…………….…….………..……………..………………... ii
BAB I PENDAHULUAN …………………….……….……........…………………….…… 1
  1. Latar Belakang Masalah ………………………...........……….……………….... 1
  2. Batasan Masalah  …….…………….……..............…………............................ 1
  3. Rumusan Masalah ………………………........…...……………………………… 1
  4. Tujuan Penulisan ……………...….........…………….…………………………… 1
  5. Metode Pengumpulan Data ………….......……...…………………..…………... 1
BAB II TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG ...……….......................................................................................…...… 2
  1. Pengertian Pendidikan Islam dan Globalisasi …………………….…..……….. 2
  2. Masalah-Masalah dalam Pendidikan Islam di zaman Globalisasi masa sekarang …….................................................................................................. 3
  3. Tantangan zaman Globalisasi terhadap Pendidikan Islam …......……….…… 5
  4. Dampak Positif dan Negatif dari zaman Globalisasi  …………..………..…….. 7
  5. Sumber-Sumber Kelemahan Bersaing dalam Pendidikan dari zaman Globalisasi ………...……..........................................................................…… 8
  6. Peranan Pendidikan Islam dalam Menghadapi zaman Globalisasi .……..….. 8
BAB III PENUTUP ……………............................……………………………………... 10
  1. Kesimpulan ………………….....................……….……………….……………. 10
  2. Saran …………………………….…………...................……………………….. 10
DAFTAR PUSTAKA  ……….…….................………………………….……….……… 11



BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG MASALAH
Peran pendidikan sangat penting dalam kehidupan manusia bahkan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan proses kehidupan manusia. Dengan kata lain, kebutuhan manusia terhadap pendidikan bersifat mutlak dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, bangsa dan negara. Jika sistem  pendidikanya berfungsi secara optimal maka akan tercapai kemajuan yang dicita-citakan.
Begitu banyak kritik yang dilancarkan oleh berbagai kalangan terhadap pendidikan, atau terhadap praktek pendidikan, namun hampir semua pihak sepakat bahwa nasib suatu komunitas atau suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada pendidikan. Namun didalam dunia pendidikan sendiri banyak masalah-masalah pendidikan yang dihadapi di era globalisasi ini.
B.     BATASAN MASALAH
Makalah ini berusaha mengidentifikasi dan memahami permasalahan dan tantangan pendidikan Islam di zaman globalisasi Perlu dikemukakan bahwa permasalah pendidikan yang diuraikan dalam makalah ini terbatas pada permasalahan pendidikan Agama islam.
C.    RUMUSAN MASALAH
Dalam pokok bahasan makalah ini yang menjadi rumusan masalah yaitu:
1.    Apa pengertian pendidikan islam dan Globalisasi?
2.    Apa saja masalah-masalah yang dihadapi dalam pendidikan Agama Islam di zaman globalisasi?
3.    Apa saja tantangan zaman Globalisasi terhadap pendidikan agama Islam?
4.    Apa saja dampak Positif dan Negatif  serta Peranan dalam pendidikan agama Islam di zaman Globalisasi?
D.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas makalah Ilmu Pendidikan Islam semester dua Reguler. Selain itu tujuan yang lainnya diharapkan kita sebagai calon pendidik mampu memberikan yang terbaik untuk Negara, Bangsa dan tentunya adalah untuk Agama kita.
E.     METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data ini penulis lakukan dengan cara browsing di internet dan mengambil dari berbagai sumber di Website, Blogger, maupun Artikel.
BAB II
TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG
A.     PENGERTIAN PENDIDIKAN ISLAM DAN GLOBALISASI
1.  Pengertian Pendidikan Islam
Secara umum pendidikan adalah sebagai suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya fikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional).[1] Pendidikan merupakan aktivitas yang diorientasikan kepada pengembangan individu manusia secara optimal.
Pendidikan Islam adalah suatu proses yang melatih perasaan murid-murid dengan cara sedemikian rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan mereka yang di pengaruhi  dengan  nilai-nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai-nilai Islam.[2]
Pendidikan Islam juga dapat diartikan suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.
Menurut Hasan Langulungan pengertian ilmu pendidikan Islam adalah suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peran memindahkan pengetahuan, dan nilai-nilai islam yang dijelaskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasinya di akhirat.[3]
Sedangkan tujuan dari pendidikan Islam itu sendiri adalah terwujudnya menusia sempurna. Atau manusia bertaqwa kepada Allah SWT. Juga tujuan dari pendidikan Islam itu ialah menimbulkan pertumbuhan yang seimbang  dari kepribadian total manusia melalui latihan spiritual dan intelektual, rasional diri.[4]
Bagi ummat Islam, era globalisasi dalam arti menjalin hubungan, tukar menukar dan transmisi ilmu pengetahuan, budaya dan sebagainya sebagaimana tersebut di atas, sesungguhnya bukanlah hal baru. Globalisasi dalam arti yang demikian, bagi ummat Islam, merupakan hal biasa. Di zaman klasik (abad ke-6 s/d 13 M.) umat Islam telah membangun hubungan dan komunikasi yang intens dan efektif dengan berbagai pusat peradaban dan ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Hasil dari komunikasi ini umat Islam telah mencapai kejayaan, bukan hanya dalam bidang ilmu agama Islam, melainkan dalam bidang ilmu pengetahuan umum, kebudayaan dan peradaban, yang warisannya masih dapat dijumpai hingga saat ini.
2.  Pengertian Globalisasi
Menurut bahasa, global ialah seluruhnya atau menyeluruh. Sedangkan globalisasi ialah pengglobalan dan perwujudan secara keseluruhan dalam aspek kehidupan. Kemudian pengertian secara luas globalisasi adalah proses pertumbuhan negara-negara maju dan melakukan ekspansi besar-besaran. Kemudian berusaha mendominasi dunia dengan kekuatan teknologi, ilmu pengetahuan, politik, budaya, militer dan ekonomi.
Globalisasi mengandung arti terintegrasinya kehidupan nasional ke dalam kehidupan global. Dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang pendidikan. Jadi dapat kita pahami bahwa maksud dari pendidikan Islam di zaman globalisasi ialah bagaimana pendidikan Islam itu mampu menghadapi perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan yang penuh dengan tantangan yang harus dihadapi dengan pendidikan yang lebih baik lagi.
B.     MASALAH-MASALAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG
1.    Masalah Kualitas Pendidikan
Permasalahan globalisasi dalam bidang pendidikan terutama menyangkut output pendidikan. Seperti diketahui, di era globalisasi dewasa ini telah terjadi pergeseran paradigma tentang keunggulan suatu Negara, dari keunggulan komparatif (Comperative adventage) kepada keunggulan kompetitif (competitive advantage). Keunggulam komparatif bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, sementara keunggulan kompetitif bertumpu pada pemilikan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas artinya dalam konteks pergeseran paradigma keunggulan tersebut, pendidikan nasional akan menghadapi situasi kompetitif yang sangat tinggi, karena harus berhadapan dengan kekuatan pendidikan global.
Hal ini berkaitan erat dengan kenyataan bahwa globalisasi justru melahirkan semangat cosmopolitantisme dimana anak-anak bangsa boleh jadi akan memilih sekolah-sekolah di luar negeri sebagai tempat pendidikan mereka, terutama jika kondisi sekolah-sekolah di dalam negeri secara kompetitif under-quality (berkualitas rendah).
2.  Permasalahan Profesionalisme Guru
Salah satu komponen penting dalam kegiatan pendidikan dan proses pembelajaran adalah pendidik atau guru. Betapapun kemajuan taknologi telah menyediakan berbagai ragam alat bantu untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran, namun posisi guru tidak sepenuhnya dapat tergantikan. Itu artinya guru merupakan variable penting bagi keberhasilan pendidikan.
Menurut Suyanto, “guru memiliki peluang yang amat besar untuk mengubah kondisi seorang anak dari gelap gulita aksara menjadi seorang yang pintar dan lancer baca tulis yang kemudian akhirnya ia bisa menjadi tokoh kebanggaan komunitas dan bangsanya”. Tetapi segera ditambahkan: “guru yang demikian tentu bukan guru sembarang guru. Ia pasti memiliki profesionalisme yang tinggi, sehingga bisa “di ditiru”
Itu artinya pekerjaan guru tidak bisa dijadikan sekedar sebagai usaha sambilan, atau pekerjaan sebagai moon-lighter (usaha objekan). Namun kenyataan dilapangan menunjukkan adanya guru terlebih terlebih guru honorer, yang tidak berasal dari pendidikan guru, dan mereka memasuki pekerjaan sebagai guru tanpa melalui system seleksi profesi.
3.   Masalah Kebudayaan (Alkulturasi)
Kebudayaan yaitu suatu hasil budi daya manusia baik bersifat material maupun mental spiritual dari bangsa itu sendiri ataupun dari bangsa lain. Suatu perkembangan kebudayaan dalam abad moderen saat ini adalah tidak dapat terhindar dari pengaruh kebudayan bangsa lain. Kondisi demikian menyebabkan timbulnya proses alkulturasi. Yaitu pertukaran dan saling berbaurnya antara kebudayaan yang satu dengan yang lainnya.
Dari sinilah terdapat tantangan bagi pendidikan-pendidikan islam yaitu dengan adanya alkulturasi tersebut maka akan mudah masuk pengaruh negatif bagi kebudayaan, moral dan akhlak anak. Oleh karena itu hal ini merupakan tantangan bagi pendidikan islam untuk memfilter budaya-budaya yang negatif yang diakibatkan oleh pengaruh budaya barat.[5]
4.  Permasalahan Strategi Pembelajara
Menurut Suyanto era globalisasi dewasa ini mempunyai pengaruh yang sangat signifitas terhadap pola pembelajaran yang mampu memberdayakan para peserta didik. Tuntutan global telah mengubah paradigma pembelajaran dari paradigma pembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran baru. Suyanto menggambarkan paradigma pembelajaran sebagai berpusat pada guru, menggunakan media tunggal, berlangsung secara terisolasi, interaksi guru-murid berupa pemberian informasi dan pengajaran berbasis factual atau pengetahuan.
Dewasa ini terdapat tuntutan pergeseran paradigma pembelajaran dari model tradisional ke arah model baru, namun kenyataannya menunjukkan praktek pembelajaran lebih banyak menerapkan strategi pembelajaran tradisional dari pembelajaran baru. Hal ini agaknya berkaitan erat dengan rendahnya professionalisme guru.
C.    TANTANGAN ZAMAN GLOBALISASI TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
 Zaman globalisasi adalah tantangan besar bagi dunia pendidikan. Dalam konteks ini, Khaerudin Kurniawan (1999), memerinci berbagai tantangan pendidikan menghadapi ufuk globalisasi diantaranya yaitu:[6]
a.  Tantangan untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas kerja nasional serta pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan (continuing development ).
b.  Tantangan untuk melakukan riset secara komprehensif terhadap terjadinya era reformasi dan transformasi struktur masyarakat, dari masyarakat tradisional-agraris ke masyarakat modern-industrial dan informasi-komunikasi, serta bagaimana implikasinya bagi peningkatan dan pengembangan kualitas kehidupan SDM.
c.   Tantangan dalam persaingan global yang semakin ketat, yaitu meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
d.  Tantangan terhadap munculnya invasi dan kolonialisme baru di bidang Iptek, yang menggantikan invasi dan kolonialisme di bidang politik dan ekonomi.
Selain tantangan tersebut ada beberapa tantangan lainnya yang harus dihadapi diantaranya yaitu:
1.  Krisis Kepribadian
Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di suatu negara yang menyuguhkan ‎kemudahan, kenikmatan dan kemewahan akan menggoda kepribadian seseorang. Nilai ‎kejujuran, kesederhanaan, kesopanan, kepedulian sosial akan terkikis ‎. Untuk ini sangat ‎mutlak diperlukan bekal pendidikan agama, agar kelak dewasa akan tidak menjadi ‎manusia yang berkepribadian rendah.‎ Faktor pendorong adanya tantangan di atas dikarenakan:
a.  Longgarnya pegangan ‎terhadap agama dengan mengedepankan ilmu pengetahuan.
b.  Kurang efektifnya pembinaan ‎moral yang dilakukan oleh kepala rumah tangga yaitu dengan keteladanan dan ‎pembiasaan.
c.   Derasnya arus informasi budaya negatif global diantaranya, hedonisme, ‎sekulerisme, purnografi dan lain-lain.
2.  Krisis Moral
Melalui tayangan acara-acara di media elektronik dan media massa lainnya, ‎yang menyuguhkan pergaulan bebas, konsumsi alkohol dan narkotika, ‎perselingkuhan, kekerasan dan lain-lain. Hal ini akan berimbas pada ‎perbuatan negatif generasi muda seperti tawuran, pencopetan, pembunuhan oleh pelajar, malas belajar dan ‎tidak punya integritas dan krisis akhlaq lainnya.‎
Tantangan pendidikan Islam di zaman sekarang selain menghadapi pertarungan ideologi-ideologi besar dunia juga menghadapi berbagai kecenderungan yang tak ubahnya seperti badai besar (turbulance) atau tsunami.
Menurut Daniel Bell, di era globalisasi saat ini keadaan dunia ditandai oleh lima kecenderungan sebagai berikut:[7]
a.  Kecenderungan integrasi ekonomi yang menyebabkan terjadinya persaingan bebas dalam dunia pendidikan. Karena, dunia pendidikan menurut mereka juga termasuk yang diperdagangkan, maka dunia pendidikan saat ini juga dihadapkan pada logika bisnis.
  1. Kecenderungan fragmentasi politik yang menyebabkan terjadinya peningkatan tuntutan dan harapan dari masyarakat. Mereka semakin membutuhkan perlakuan yang adil, demokratis, egaliter, transparan, akuntabel, cepat, tepat dan profesional. Mereka ingin dilayani dengan baik dan memuaskan. Kecenderungan ini terlihat dari adanya pengelolaan manajemen pendidikan yang berbasis sekolah (shool based manajemen).
  2. Kecenderungan penggunaan teknologi tinggi (high technologie) khususnya teknologi komunikasi dan informasi (TKI) seperti komputer. Kehadiran TKI ini menyebabkan terjadinya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, tidak dibatasi waktu dan tempat.
  3. Kecenderungan interdependensi (saling-tergantungan), yaitu suatu keadaan di mana seseorang baru dapat memenuhi kebutuhannya apabila dibantu oleh orang lain. Berbagai siasat dan strategi yang dilakukan negara-negara maju untuk membuat negara-negara berkembang bergantung kepadanya demikian terjadi secara intensif.
  4. Kecenderungan munculnya penjajahan baru dalam bidang kebudayaan (new colonization in culture) yang mengakibatkan terjadinya pola pikir (mindset) masyarakat pengguna pendidikan, yaitu dari yang semula mereka belajar dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual, moral, fisik dan psikisnya, berubah menjadi belajar untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang besar.
terdapat ‎tantangan pendidikan agama Islam untuk membekali generasi muda mempunyai kesiapan ‎dalam persaingan. Kesiapan itu Deliar Noer memberikan ilustrasi ciri-ciri manusia yang ‎hidup di jaman global adalah masyarakat informasi yang merupakan kelanjutan dari ‎manusia modern dengan sifatnya yang rasional, berorientasi ke depan, terbuka, ‎menghargai waktu, kreatif, mandiri dan inovatif ‎ juga mampu bersaing serta menguasai ‎berbagai metode dalam memecahkan masalah.
D.    DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF PADA ZAMAN GLOBALISASI
1.  Dampkak Positif
Pengaruh positif dari globalisasi yaitu membantu atau mendorong negara-negara baru berkembang untuk maju secara teknis, serta menjadi lebih sejahtera secara material. Sebagimana telah kita sadari bersama bahwa dampak positif dari pada kemajuan teknologi sampai kini, adalah bersifat fasilitatif (memudahkan). Teknologi menawarkan berbagai kesantaian dan ketenangan yang semangkin beragam.
2.  Dampak Negatif
a.  Munculnya teknokrasi yang sangat berkuasa, didukung oleh alat-alat teknik modern dan persenjataan yang canggih. Mengapa alat-alat dan teknik yang modern serta persenjataan menjadi pengaruh negatif. Karena seringkali bagi Negara yang berkuasa, mereka menyalahgunakan teknologi tersebut, seperti halnya ilmu pengetahuan, mesin-mesin, pesawat hyper modern yang digunakan atau dijadikan mekanisme operasionalistik yang menghancurkan.
b.  Dampak negatif dari teknologi modern yang pada prinsipnya melemahkan daya mental-spiritual atau jiwa yang sedang tumbuh berkembang dalam berbagai bentuk penampilannya.  Pengaruh negatif dari teknologi elektronik dan informatika dapat melemahkan fungsi-fungsi kejiwaan lainya seperti kecerdasan pikiran, ingatan, kemauan dan perasaan (emosi) diperlemah kemampuan aktualnya dengan alat-alat teknologi-elektronik dan informatika seperti Komputer, foto copy dan sebagainya.[8]
E.     SUMBER-SUMBER KELEMAHAN BERSAING DALAM PENDIDIKAN DARI ZAMAN GLOBALISASI
Menurut Arief Rahman (2002), setidaknya ada sembilan titik lemah dalam aplikasi sistem pendidikan di Indonesia:[9]
1.  Titik berat pendidikan pada aspek kognitif
2.  Pola evaluasi yang meninggalkan pola pikir kreatif, imajinatif, dan inovatif
3.  Sistem pendidikan yang bergeser (tereduksi) ke pengajaran
4.  Kurangnya pembinaan minat belajar pada siswa
5.  Kultur mengejar gelar (title) atau budaya mengejar kertas (ijazah).
6.  Praktik dan teori kurang berimbang
7.  Tidak melibatkan semua stake holder, masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah
8.  Profesi guru/ustadz sekedar profesi ilmiah, bukan kemanusiaan
9.  Problem nasional yang multidimensional dan lemahnya political will pemerintah
Untuk mengantisipasi berbagai kelemahan pendidikan tersebut, diperlukan kerjasama pelbagai pihak. Tidak hanya institusi pendidikan tetapi pemerintah juga harus serius dalam menangani permasalahan ini agar SDM Indonesia memperoleh rating kualitas pendidikan yang memadai.
F.     PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI ZAMAN GLOBALISASI
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk manusia atau  pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusai baik yang berbentuk jasmani maupun rohani. Menumbuh suburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam semesta. Dengan demikian pendidikan Islam itu berupaya mengembangkan individu sepenuhnya, Maka sudah sewajarnya untuk dapat memahami hakikat pendidikan islam itu bertolak dari pemahaman terhadap konsep manusia menurut Islam.
Al-Qur’an meletakkan kedudukan manusia sebagai khalifah Allah dibumi "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Esensi makna khalifah adalah orang yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin alam, dalam hal memelihara dan memanfaatkan alam guna mendatangkan kemaslahatan bagi manusia.[10]
Untuk terciptanya fungsi tersebut yang terintegrasi dalam diri pribadi muslim, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pribadi muslim kepada tujuan akhir pendidikan yang ingin dicapai. Agar peserta didik dapat mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, maka diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pada tujuan tersebut.
Maka, permasalahan pokok yang sangat perlu mendapat perhatian adalah penyusunan rancangan program pendidikan yang dijabarkan dengan kurikulum. Yang berpedoman pada lingkup pendidikan Islam yang ingin dicapai, maka kurikulum pendidikan Islam itu harus berorientasi pada:[11]
1.    Tercapainya tujuan hablum minallah
2.    Tercapainya tujuan hablum minannas
3.    Terciptanya tujuan hablum minal’ala
Dengan demikian pendidikan agama Islam dituntut untuk mampu membekali ‎peserta didik dengan moral, kepribadian, kualitas dan kedewasaan hidup guna menjalani ‎kehidupan bangsa yang multi cultural, yang sedang dilanda krisis ekonomi agar dapat ‎hidup damai dalam komunitas dunia di era globalisasi.‎
Pendidikan Islam membutuhkan sumber daya manusia yang handal, memiliki komitmen dan etos kerja yang tinggi, manajemen yang berbasis sistem dan infra-struktur yang kuat, sumber dana yang memadai, kemauan politik yang kuat, serta standar yang unggul. Untuk dapat melakukan tugas tersebut pendidikan Islam membutuhkan unit penelitian dan pengembangan (research and development) yang terus berusaha meningkatkan dalam pengembangkan pendidikan Islam. Hanya dengan usaha yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan itulah, pendidikan Islam akan dapat merubah tantangan menjadi peluang.

BAB III
PENUTUP
A.     KESIMPULAN
Pendidikan merupakan aktivitas yang diorientasikan kepada pengembangan individu manusia secara optimal. Berkaitan dengan uraian di atas, maka perlu dikemukakan disini konsep dasar pendidikan Islam yang mengacu kepada pengertian dan tujuan pendidikan Islam itu sendiri. Sedangkan tujuan dari pendidikan Islam itu sendiri adalah terwujudnya menusia sempurna.
Globalisasi mengandung arti terintegrasinya kehidupan nasional ke dalam kehidupan global. Bila dikaitkan dalam bidang pendidikan, globalisasi pendidikan berarti terintegrasinya pendidikan nasional ke dalam pendidikan dunia. Jadi dapat kita pahami bahwasanya maksud dari pendidikan Islam di era globalisasi ialah bagaimana pendidikan Islam itu mampu menghadapi perubahan-perubahan di segala aspek kehidupan yang penuh dengan tantangan yang harus dihadapi dengan pendidikan yang lebih baik lagi.
B.     SARAN
Sebagai calon seorang pendidik tentunya kita harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang terjadi pada zaman globalisasi. Saran terakhir penulis semoga makalah ini bisa menambah wacana ruang pikir kita terutama tentang pendidikan Islam dan globalisasi. Saran dan kritik senantiasa penulis  harap sebagai bahan evaluasi perbaikan. Terima kasih
.

DAFTAR PUSTAKA
1.    Prof. H.M. Arifin, M.Ed, Kapita Selekta Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 1991
2.    Drs. H.Fahrur Razy Dhalimunthe, MA, Kapita Selekta Pendidikan, IAIN Pres, medan, 1999.
3.    Drs. Syafaruddin, M.Pd, Kapita Selekta Pendidikan, IAIN Pres, medan, 1999
4.    Prof. H.M. Arifin,M.Ed, Filsafat Pendidikan Islam, bumi aksara, Jakarta,1994
5.    Hasan Langulungan, Asas-asas pendidikan Islam, Pustaka Al-Husni, Jakarta, 1999


Tidak ada komentar:

Posting Komentar