Puji
dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya. Serta shalawat beserta salam semoga selalu terlimpahkan kepada
junjungan kita Rasulullah SAW. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini
yang berjudul “TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA
SEKARANG”.. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas kelompok pada mata
kuliah Ilmu Pendidikan Islam Semester Dua. Program Studi Pendidikan Agama Islam
- STAI Miftahul Huda-Subang.
Dalam
menyusun makalah ini, penulis banyak memperoleh dukungan dan bantuan serta
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih kepada:
1.
Orang tua tercinta
dan keluarga yang selalu mendukung, mendo’akan dan memberikan bantuan baik
moril maupun materil.
2.
Bapak Taufik
Firdaus. S.Sos. Selaku Dosen Ilmu Pendidikan Islam.
3.
Seluruh teman-teman
yang telah banyak membantu penulis.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini jauh dari sempurna. Untuk itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran serta masukan yang sifatnya
membangun guna memperbaiki pembuatan makalah dimasa mendatang. Dan penulis pun
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan
bagi pembaca umumnya.
Subang, 07 April 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
…...............................…………….….….…….………..………... i
DAFTAR ISI ……………….....…………….…….………..……………..………………... ii
BAB I PENDAHULUAN
…………………….……….……........…………………….…… 1
- Latar Belakang Masalah ………………………...........……….……………….... 1
- Batasan Masalah …….…………….……..............…………............................ 1
- Rumusan Masalah ………………………........…...……………………………… 1
- Tujuan Penulisan ……………...….........…………….…………………………… 1
- Metode Pengumpulan Data ………….......……...…………………..…………... 1
BAB II TANTANGAN PENDIDIKAN
ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG
...……….......................................................................................…...…
2
- Pengertian Pendidikan Islam dan Globalisasi …………………….…..……….. 2
- Masalah-Masalah dalam Pendidikan Islam di zaman Globalisasi masa sekarang …….................................................................................................. 3
- Tantangan zaman Globalisasi terhadap Pendidikan Islam …......……….…… 5
- Dampak Positif dan Negatif dari zaman Globalisasi …………..………..…….. 7
- Sumber-Sumber Kelemahan Bersaing dalam Pendidikan dari zaman Globalisasi ………...……..........................................................................…… 8
- Peranan Pendidikan Islam dalam Menghadapi zaman Globalisasi .……..….. 8
BAB III PENUTUP
……………............................……………………………………... 10
- Kesimpulan ………………….....................……….……………….……………. 10
- Saran …………………………….…………...................……………………….. 10
DAFTAR PUSTAKA ……….…….................………………………….……….……… 11
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Peran
pendidikan sangat penting dalam kehidupan manusia bahkan tidak dapat dipisahkan
dari keseluruhan proses kehidupan manusia. Dengan kata lain, kebutuhan manusia
terhadap pendidikan bersifat mutlak dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat,
bangsa dan negara. Jika sistem
pendidikanya berfungsi secara optimal maka akan tercapai kemajuan yang
dicita-citakan.
Begitu
banyak kritik yang dilancarkan oleh berbagai kalangan terhadap pendidikan, atau
terhadap praktek pendidikan, namun hampir semua pihak sepakat bahwa nasib suatu
komunitas atau suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada pendidikan. Namun
didalam dunia pendidikan sendiri banyak masalah-masalah pendidikan yang dihadapi
di era globalisasi ini.
B.
BATASAN
MASALAH
Makalah
ini berusaha mengidentifikasi dan memahami permasalahan dan tantangan pendidikan
Islam di zaman globalisasi Perlu dikemukakan bahwa permasalah pendidikan yang
diuraikan dalam makalah ini terbatas pada permasalahan pendidikan Agama islam.
C.
RUMUSAN
MASALAH
Dalam
pokok bahasan makalah ini yang menjadi rumusan masalah yaitu:
1.
Apa
pengertian pendidikan islam dan Globalisasi?
2.
Apa
saja masalah-masalah yang dihadapi dalam pendidikan Agama Islam di zaman
globalisasi?
3.
Apa
saja tantangan zaman Globalisasi terhadap pendidikan agama Islam?
4.
Apa
saja dampak Positif dan Negatif serta
Peranan dalam pendidikan agama Islam di zaman Globalisasi?
D.
TUJUAN
PENULISAN
Tujuan
penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas makalah Ilmu Pendidikan Islam
semester dua Reguler. Selain itu tujuan yang lainnya diharapkan kita sebagai
calon pendidik mampu memberikan yang terbaik untuk Negara, Bangsa dan tentunya
adalah untuk Agama kita.
E.
METODE
PENGUMPULAN DATA
Metode
pengumpulan data ini penulis lakukan dengan cara browsing di internet dan mengambil
dari berbagai sumber di Website, Blogger, maupun Artikel.
BAB II
TANTANGAN
PENDIDIKAN ISLAM PADA ZAMAN GLOBALISASI MASA SEKARANG
A.
PENGERTIAN
PENDIDIKAN ISLAM DAN GLOBALISASI
1.
Pengertian
Pendidikan Islam
Secara
umum pendidikan adalah sebagai suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang
fundamental, baik menyangkut daya fikir (intelektual) maupun daya perasaan
(emosional).[1]
Pendidikan merupakan aktivitas yang diorientasikan kepada pengembangan individu
manusia secara optimal.
Pendidikan
Islam adalah suatu proses yang melatih perasaan murid-murid dengan cara
sedemikian rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan dan pendekatan
mereka terhadap segala jenis pengetahuan mereka yang di pengaruhi dengan
nilai-nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai-nilai Islam.[2]
Pendidikan
Islam juga dapat diartikan suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh
aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana Islam telah
menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik di dunia maupun di
akhirat.
Menurut
Hasan Langulungan pengertian ilmu pendidikan Islam adalah suatu proses
penyiapan generasi muda untuk mengisi peran memindahkan pengetahuan, dan
nilai-nilai islam yang dijelaskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia
dan memetik hasinya di akhirat.[3]
Sedangkan
tujuan dari pendidikan Islam itu sendiri adalah terwujudnya menusia sempurna.
Atau manusia bertaqwa kepada Allah SWT. Juga tujuan dari pendidikan Islam itu
ialah menimbulkan pertumbuhan yang seimbang
dari kepribadian total manusia melalui latihan spiritual dan
intelektual, rasional diri.[4]
Bagi
ummat Islam, era globalisasi dalam arti menjalin hubungan, tukar menukar dan
transmisi ilmu pengetahuan, budaya dan sebagainya sebagaimana tersebut di atas,
sesungguhnya bukanlah hal baru. Globalisasi dalam arti yang demikian, bagi
ummat Islam, merupakan hal biasa. Di zaman klasik (abad ke-6 s/d 13 M.) umat
Islam telah membangun hubungan dan komunikasi yang intens dan efektif dengan berbagai
pusat peradaban dan ilmu pengetahuan yang ada di dunia. Hasil dari komunikasi
ini umat Islam telah mencapai kejayaan, bukan hanya dalam bidang ilmu agama
Islam, melainkan dalam bidang ilmu pengetahuan umum, kebudayaan dan peradaban,
yang warisannya masih dapat dijumpai hingga saat ini.
2. Pengertian
Globalisasi
Menurut
bahasa, global ialah seluruhnya atau menyeluruh. Sedangkan globalisasi ialah
pengglobalan dan perwujudan secara keseluruhan dalam aspek kehidupan. Kemudian
pengertian secara luas globalisasi adalah proses pertumbuhan negara-negara maju
dan melakukan ekspansi besar-besaran. Kemudian berusaha mendominasi dunia
dengan kekuatan teknologi, ilmu pengetahuan, politik, budaya, militer dan
ekonomi.
Globalisasi
mengandung arti terintegrasinya kehidupan nasional ke dalam kehidupan global.
Dalam bidang ekonomi maupun dalam bidang pendidikan. Jadi dapat kita pahami
bahwa maksud dari pendidikan Islam di zaman globalisasi ialah bagaimana
pendidikan Islam itu mampu menghadapi perubahan-perubahan di segala aspek
kehidupan yang penuh dengan tantangan yang harus dihadapi dengan pendidikan
yang lebih baik lagi.
B.
MASALAH-MASALAH DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI ZAMAN
GLOBALISASI MASA SEKARANG
1.
Masalah
Kualitas Pendidikan
Permasalahan
globalisasi dalam bidang pendidikan terutama menyangkut output pendidikan.
Seperti diketahui, di era globalisasi dewasa ini telah terjadi pergeseran
paradigma tentang keunggulan suatu Negara, dari keunggulan komparatif
(Comperative adventage) kepada keunggulan kompetitif (competitive advantage).
Keunggulam komparatif bertumpu pada kekayaan sumber daya alam, sementara
keunggulan kompetitif bertumpu pada pemilikan sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas artinya dalam konteks pergeseran paradigma keunggulan tersebut,
pendidikan nasional akan menghadapi situasi kompetitif yang sangat tinggi,
karena harus berhadapan dengan kekuatan pendidikan global.
Hal
ini berkaitan erat dengan kenyataan bahwa globalisasi justru melahirkan
semangat cosmopolitantisme dimana anak-anak bangsa boleh jadi akan memilih sekolah-sekolah
di luar negeri sebagai tempat pendidikan mereka, terutama jika kondisi
sekolah-sekolah di dalam negeri secara kompetitif under-quality (berkualitas
rendah).
2.
Permasalahan
Profesionalisme Guru
Salah
satu komponen penting dalam kegiatan pendidikan dan proses pembelajaran adalah
pendidik atau guru. Betapapun kemajuan taknologi telah menyediakan berbagai
ragam alat bantu untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran, namun
posisi guru tidak sepenuhnya dapat tergantikan. Itu artinya guru merupakan
variable penting bagi keberhasilan pendidikan.
Menurut
Suyanto, “guru memiliki peluang yang amat besar untuk mengubah kondisi seorang
anak dari gelap gulita aksara menjadi seorang yang pintar dan lancer baca tulis
yang kemudian akhirnya ia bisa menjadi tokoh kebanggaan komunitas dan
bangsanya”. Tetapi segera ditambahkan: “guru yang demikian tentu bukan guru
sembarang guru. Ia pasti memiliki profesionalisme yang tinggi, sehingga bisa
“di ditiru”
Itu
artinya pekerjaan guru tidak bisa dijadikan sekedar sebagai usaha sambilan,
atau pekerjaan sebagai moon-lighter (usaha objekan). Namun kenyataan dilapangan
menunjukkan adanya guru terlebih terlebih guru honorer, yang tidak berasal dari
pendidikan guru, dan mereka memasuki pekerjaan sebagai guru tanpa melalui
system seleksi profesi.
3.
Masalah Kebudayaan (Alkulturasi)
Kebudayaan
yaitu suatu hasil budi daya manusia baik bersifat material maupun mental
spiritual dari bangsa itu sendiri ataupun dari bangsa lain. Suatu perkembangan
kebudayaan dalam abad moderen saat ini adalah tidak dapat terhindar dari
pengaruh kebudayan bangsa lain. Kondisi demikian menyebabkan timbulnya proses
alkulturasi. Yaitu pertukaran dan saling berbaurnya antara kebudayaan yang satu
dengan yang lainnya.
Dari
sinilah terdapat tantangan bagi pendidikan-pendidikan islam yaitu dengan adanya
alkulturasi tersebut maka akan mudah masuk pengaruh negatif bagi kebudayaan,
moral dan akhlak anak. Oleh karena itu hal ini merupakan tantangan bagi
pendidikan islam untuk memfilter budaya-budaya yang negatif yang diakibatkan
oleh pengaruh budaya barat.[5]
4.
Permasalahan
Strategi Pembelajara
Menurut
Suyanto era globalisasi dewasa ini mempunyai pengaruh yang sangat signifitas terhadap
pola pembelajaran yang mampu memberdayakan para peserta didik. Tuntutan global
telah mengubah paradigma pembelajaran dari paradigma pembelajaran tradisional
ke paradigma pembelajaran baru. Suyanto menggambarkan paradigma pembelajaran
sebagai berpusat pada guru, menggunakan media tunggal, berlangsung secara
terisolasi, interaksi guru-murid berupa pemberian informasi dan pengajaran berbasis
factual atau pengetahuan.
Dewasa
ini terdapat tuntutan pergeseran paradigma pembelajaran dari model tradisional
ke arah model baru, namun kenyataannya menunjukkan praktek pembelajaran lebih
banyak menerapkan strategi pembelajaran tradisional dari pembelajaran baru. Hal
ini agaknya berkaitan erat dengan rendahnya professionalisme guru.
C.
TANTANGAN
ZAMAN GLOBALISASI TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM
Zaman globalisasi adalah tantangan besar bagi
dunia pendidikan. Dalam konteks ini, Khaerudin Kurniawan (1999), memerinci
berbagai tantangan pendidikan menghadapi ufuk globalisasi diantaranya yaitu:[6]
a. Tantangan
untuk meningkatkan nilai tambah, yaitu bagaimana meningkatkan produktivitas
kerja nasional serta pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk
memelihara dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan (continuing development
).
b. Tantangan
untuk melakukan riset secara komprehensif terhadap terjadinya era reformasi dan
transformasi struktur masyarakat, dari masyarakat tradisional-agraris ke
masyarakat modern-industrial dan informasi-komunikasi, serta bagaimana
implikasinya bagi peningkatan dan pengembangan kualitas kehidupan SDM.
c. Tantangan
dalam persaingan global yang semakin ketat, yaitu meningkatkan daya saing
bangsa dalam menghasilkan karya-karya kreatif yang berkualitas sebagai hasil
pemikiran, penemuan dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
d. Tantangan
terhadap munculnya invasi dan kolonialisme baru di bidang Iptek, yang
menggantikan invasi dan kolonialisme di bidang politik dan ekonomi.
Selain
tantangan tersebut ada beberapa tantangan lainnya yang harus dihadapi
diantaranya yaitu:
1.
Krisis
Kepribadian
Dengan
kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan di suatu negara yang menyuguhkan
kemudahan, kenikmatan dan kemewahan akan menggoda kepribadian seseorang. Nilai
kejujuran, kesederhanaan, kesopanan, kepedulian sosial akan terkikis . Untuk
ini sangat mutlak diperlukan bekal pendidikan agama, agar kelak dewasa akan
tidak menjadi manusia yang berkepribadian rendah. Faktor pendorong adanya
tantangan di atas dikarenakan:
a.
Longgarnya pegangan terhadap agama dengan mengedepankan
ilmu pengetahuan.
b.
Kurang efektifnya pembinaan moral yang
dilakukan oleh kepala rumah tangga yaitu dengan keteladanan dan pembiasaan.
c.
Derasnya arus informasi budaya negatif global
diantaranya, hedonisme, sekulerisme, purnografi dan lain-lain.
2.
Krisis
Moral
Melalui
tayangan acara-acara di media elektronik dan media massa lainnya, yang
menyuguhkan pergaulan bebas, konsumsi alkohol dan narkotika, perselingkuhan,
kekerasan dan lain-lain. Hal ini akan berimbas pada perbuatan negatif generasi
muda seperti tawuran, pencopetan, pembunuhan oleh pelajar, malas belajar dan
tidak punya integritas dan krisis akhlaq lainnya.
Tantangan
pendidikan Islam di zaman sekarang selain menghadapi pertarungan
ideologi-ideologi besar dunia juga menghadapi berbagai kecenderungan yang tak
ubahnya seperti badai besar (turbulance) atau tsunami.
Menurut
Daniel Bell, di era globalisasi saat ini keadaan dunia ditandai oleh lima
kecenderungan sebagai berikut:[7]
a.
Kecenderungan integrasi ekonomi yang
menyebabkan terjadinya persaingan bebas dalam dunia pendidikan. Karena, dunia
pendidikan menurut mereka juga termasuk yang diperdagangkan, maka dunia
pendidikan saat ini juga dihadapkan pada logika bisnis.
- Kecenderungan fragmentasi politik yang menyebabkan terjadinya peningkatan tuntutan dan harapan dari masyarakat. Mereka semakin membutuhkan perlakuan yang adil, demokratis, egaliter, transparan, akuntabel, cepat, tepat dan profesional. Mereka ingin dilayani dengan baik dan memuaskan. Kecenderungan ini terlihat dari adanya pengelolaan manajemen pendidikan yang berbasis sekolah (shool based manajemen).
- Kecenderungan penggunaan teknologi tinggi (high technologie) khususnya teknologi komunikasi dan informasi (TKI) seperti komputer. Kehadiran TKI ini menyebabkan terjadinya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, tidak dibatasi waktu dan tempat.
- Kecenderungan interdependensi (saling-tergantungan), yaitu suatu keadaan di mana seseorang baru dapat memenuhi kebutuhannya apabila dibantu oleh orang lain. Berbagai siasat dan strategi yang dilakukan negara-negara maju untuk membuat negara-negara berkembang bergantung kepadanya demikian terjadi secara intensif.
- Kecenderungan munculnya penjajahan baru dalam bidang kebudayaan (new colonization in culture) yang mengakibatkan terjadinya pola pikir (mindset) masyarakat pengguna pendidikan, yaitu dari yang semula mereka belajar dalam rangka meningkatkan kemampuan intelektual, moral, fisik dan psikisnya, berubah menjadi belajar untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang besar.
terdapat
tantangan pendidikan agama Islam untuk membekali generasi muda mempunyai
kesiapan dalam persaingan. Kesiapan itu Deliar Noer memberikan ilustrasi
ciri-ciri manusia yang hidup di jaman global adalah masyarakat informasi yang
merupakan kelanjutan dari manusia modern dengan sifatnya yang rasional,
berorientasi ke depan, terbuka, menghargai waktu, kreatif, mandiri dan
inovatif juga mampu bersaing serta menguasai berbagai metode dalam
memecahkan masalah.
D.
DAMPAK
POSITIF DAN NEGATIF PADA ZAMAN GLOBALISASI
1.
Dampkak
Positif
Pengaruh
positif dari globalisasi yaitu membantu atau mendorong negara-negara baru
berkembang untuk maju secara teknis, serta menjadi lebih sejahtera secara
material. Sebagimana telah kita sadari bersama bahwa dampak positif dari pada
kemajuan teknologi sampai kini, adalah bersifat fasilitatif (memudahkan).
Teknologi menawarkan berbagai kesantaian dan ketenangan yang semangkin beragam.
2.
Dampak
Negatif
a.
Munculnya teknokrasi yang sangat berkuasa,
didukung oleh alat-alat teknik modern dan persenjataan yang canggih. Mengapa
alat-alat dan teknik yang modern serta persenjataan menjadi pengaruh negatif.
Karena seringkali bagi Negara yang berkuasa, mereka menyalahgunakan teknologi
tersebut, seperti halnya ilmu pengetahuan, mesin-mesin, pesawat hyper modern
yang digunakan atau dijadikan mekanisme operasionalistik yang menghancurkan.
b.
Dampak negatif dari teknologi modern yang
pada prinsipnya melemahkan daya mental-spiritual atau jiwa yang sedang tumbuh
berkembang dalam berbagai bentuk penampilannya.
Pengaruh negatif dari teknologi elektronik dan informatika dapat
melemahkan fungsi-fungsi kejiwaan lainya seperti kecerdasan pikiran, ingatan,
kemauan dan perasaan (emosi) diperlemah kemampuan aktualnya dengan alat-alat
teknologi-elektronik dan informatika seperti Komputer, foto copy dan
sebagainya.[8]
E.
SUMBER-SUMBER KELEMAHAN BERSAING DALAM PENDIDIKAN
DARI ZAMAN GLOBALISASI
Menurut
Arief Rahman (2002), setidaknya ada sembilan titik lemah dalam aplikasi sistem
pendidikan di Indonesia:[9]
1.
Titik berat pendidikan pada aspek kognitif
2.
Pola evaluasi yang meninggalkan pola pikir
kreatif, imajinatif, dan inovatif
3.
Sistem pendidikan yang bergeser (tereduksi)
ke pengajaran
4.
Kurangnya pembinaan minat belajar pada siswa
5.
Kultur mengejar gelar (title) atau budaya
mengejar kertas (ijazah).
6.
Praktik dan teori kurang berimbang
7.
Tidak melibatkan semua stake holder,
masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah
8.
Profesi guru/ustadz sekedar profesi ilmiah,
bukan kemanusiaan
9.
Problem nasional yang multidimensional dan
lemahnya political will pemerintah
Untuk
mengantisipasi berbagai kelemahan pendidikan tersebut, diperlukan kerjasama
pelbagai pihak. Tidak hanya institusi pendidikan tetapi pemerintah juga harus
serius dalam menangani permasalahan ini agar SDM Indonesia memperoleh rating
kualitas pendidikan yang memadai.
F.
PERANAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI
ZAMAN GLOBALISASI
Pendidikan
Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk manusia atau pribadi muslim seutuhnya, mengembangkan
seluruh potensi manusai baik yang berbentuk jasmani maupun rohani. Menumbuh
suburkan hubungan harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia dan alam
semesta. Dengan demikian pendidikan Islam itu berupaya mengembangkan individu
sepenuhnya, Maka sudah sewajarnya untuk dapat memahami hakikat pendidikan islam
itu bertolak dari pemahaman terhadap konsep manusia menurut Islam.
Al-Qur’an
meletakkan kedudukan manusia sebagai khalifah Allah dibumi "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat:
"Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami
Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Esensi
makna khalifah adalah orang yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin alam,
dalam hal memelihara dan memanfaatkan alam guna mendatangkan kemaslahatan bagi
manusia.[10]
Untuk
terciptanya fungsi tersebut yang terintegrasi dalam diri pribadi muslim, maka
diperlukan konsep pendidikan yang komprehensif yang dapat mengantarkan pribadi
muslim kepada tujuan akhir pendidikan yang ingin dicapai. Agar peserta didik
dapat mencapai tujuan akhir pendidikan Islam, maka diperlukan konsep pendidikan
yang komprehensif yang dapat mengantarkan pada tujuan tersebut.
Maka,
permasalahan pokok yang sangat perlu mendapat perhatian adalah penyusunan
rancangan program pendidikan yang dijabarkan dengan kurikulum. Yang berpedoman
pada lingkup pendidikan Islam yang ingin dicapai, maka kurikulum pendidikan Islam
itu harus berorientasi pada:[11]
1.
Tercapainya tujuan hablum minallah
2.
Tercapainya tujuan hablum minannas
3.
Terciptanya tujuan hablum minal’ala
Dengan
demikian pendidikan agama Islam dituntut untuk mampu membekali peserta didik
dengan moral, kepribadian, kualitas dan kedewasaan hidup guna menjalani
kehidupan bangsa yang multi cultural, yang sedang dilanda krisis ekonomi agar
dapat hidup damai dalam komunitas dunia di era globalisasi.
Pendidikan
Islam membutuhkan sumber daya manusia yang handal, memiliki komitmen dan etos
kerja yang tinggi, manajemen yang berbasis sistem dan infra-struktur yang kuat,
sumber dana yang memadai, kemauan politik yang kuat, serta standar yang unggul.
Untuk dapat melakukan tugas tersebut pendidikan Islam membutuhkan unit
penelitian dan pengembangan (research and development) yang terus berusaha
meningkatkan dalam pengembangkan pendidikan Islam. Hanya dengan usaha yang
sungguh-sungguh dan berkesinambungan itulah, pendidikan Islam akan dapat
merubah tantangan menjadi peluang.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pendidikan
merupakan aktivitas yang diorientasikan kepada pengembangan individu manusia
secara optimal. Berkaitan dengan uraian di atas, maka perlu dikemukakan disini
konsep dasar pendidikan Islam yang mengacu kepada pengertian dan tujuan
pendidikan Islam itu sendiri. Sedangkan tujuan dari pendidikan Islam itu
sendiri adalah terwujudnya menusia sempurna.
Globalisasi
mengandung arti terintegrasinya kehidupan nasional ke dalam kehidupan global.
Bila dikaitkan dalam bidang pendidikan, globalisasi pendidikan berarti
terintegrasinya pendidikan nasional ke dalam pendidikan dunia. Jadi dapat kita
pahami bahwasanya maksud dari pendidikan Islam di era globalisasi ialah
bagaimana pendidikan Islam itu mampu menghadapi perubahan-perubahan di segala
aspek kehidupan yang penuh dengan tantangan yang harus dihadapi dengan pendidikan
yang lebih baik lagi.
B.
SARAN
Sebagai
calon seorang pendidik tentunya kita harus mampu menghadapi tantangan-tantangan
yang terjadi pada zaman globalisasi. Saran terakhir penulis semoga makalah ini bisa
menambah wacana ruang pikir kita terutama tentang pendidikan Islam dan
globalisasi. Saran dan kritik senantiasa penulis harap sebagai bahan evaluasi perbaikan. Terima
kasih
.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Prof. H.M. Arifin, M.Ed, Kapita Selekta Pendidikan, Bumi
Aksara, Jakarta, 1991
2.
Drs. H.Fahrur Razy Dhalimunthe, MA, Kapita Selekta Pendidikan, IAIN
Pres, medan, 1999.
3.
Drs. Syafaruddin, M.Pd, Kapita Selekta Pendidikan, IAIN
Pres, medan, 1999
4.
Prof. H.M. Arifin,M.Ed, Filsafat Pendidikan Islam, bumi
aksara, Jakarta,1994
5.
Hasan Langulungan, Asas-asas pendidikan Islam, Pustaka Al-Husni, Jakarta, 1999
11.
http://www.fai.umj.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=54diakses31maret2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar